Senin, 19 Mei 2008

Menunjukkan Semangat Kebangsaan

Hidup merdeka, tanpa ada tekanan dan penindasan dari negara manapun merupakan hak semua bangsa. Namun, setiap bangsa mempunyai pengalaman sendiri-sendiri dalam menentukan nasib dan masa depannya. Ada beberapa negara yang mendapatkan kemerdekaannya dengan perjuangan yang begitu gigih. Adapula bangsa yang relatif tidak memerlukan pengorbanan banyak dalam memperoleh kemerdekaannya karena pemberian dari negara induknya. Indonesia sendiri merupakan negara yang mendapatkan kemerdekaannya dengan perjuangan yang begitu gigih. Bahkan, perjuangan yang dilakukan harus mengorbankan jiwa dan raga.
Ketika menjelang kemerdekaan negeri ini, para generasi pendahulu telah sepakat untuk merdeka dan melepaskan diri dari penjajahan yang telah membelenggu selama ratusan tahun membentuk sebuah negara sebagai bangsa Indonesia. Begitu kemerdekaan dicetuskan tanggal 17 Agustus 1945, ternyata perjuangan menegakkan kedaulatan negeri masih menghadapi berbagai persoalan dan tantangan. Persoalan dari luar masih muncul dengan sikap pemerintah Belanda yang belum bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia, sementara persoalan dari dalam silih berganti saling bermunculan.
Sejaran negeri ini, sebagai suatu fakta merupakan pelajaran yang sangat berharga apabila kita berniat mencermati dan mengambil hikmah positifnya. Begitu Indonesia merdeka, pemberontakan PKI/Muso tahun 1948 mulai muncul karena orang ingin memaksakan suatu konsep dari negeri lain untuk diterapkan di masyarakat kita. Bangsa Indonesia akan disatukan dengan konsep ideologi dalam bentuk partai dan organisasi massa. Meredanya pemberontakan PKI/Muso disusul dengan persoalan pemberontakan DI/TII yang juga menimbulkan benturan konflik fisik berkepanjangan. Pada tahun 1965 kembali terjadi gerakan politik perebutan kekuasaan melalui peristiwa G-30-S dan ratusan ribu bahkan mungkin jutaan jiwa rakyat Indonesia melayang dengan sia-sia. Namun, Indonesia tetap berdiri dengan kukuh menghadapi "badai" yang datang bertubi-tubi.
Tengoklah, betapa menakjubkannya sejarah negeri kita. Bangsa Indonesia memiliki kekuatan mengusir penjajah bangsa asing, memproklamasikan, dan menegakkan kemerdekaan Indonesia karena bangsa Indonesia ini mempunyai semangat kebangsaan yang tinggi. Semangat kebangsaan itu diantaranya meliputi nasionalisme dan patriotisme. Tapi, masih adakah nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dalam diri bangsa Indonesia di zaman sekarang? Memang bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Namun, bukan berarti perjalanan bangsa dan negara selanjutnya tidak menghadapi masalah. Kenyataannya masih selalu ada, datang silih berganti. Bahkan, terkadang masalah yang satu belum selesai masalah yang baru menumpukinya. Oleh karena itu, kita masih perlu berjuang untuk mengatasi masalah yang ada. Perjuangan kita masih panjang. Lawan kita masih ada, bahkan semakin banyak dan kompleks.
Dari masalah kesenjangan sosial, kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, ancaman perpecahan bangsa sampai dengan berbagai campur tangan pihak asing terhadap urusan dalam negeri Indonesia selalu siap menghadang. Dalam kondisi demikianlah dibutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.

Tidak ada komentar: